Skip to main content

Ambil Ekstasi ke Aceh, 3 Warga Riau Ditunggu Polisi di Rumah


Magazine Daily QQ, Jauh-jauh menjemput ratusan pil ekstasi dan serbuk prekusor (serbuk ekstasi) ke Aceh, tiga pria asal Pekanbaru, Riau, tak sempat mengedarkan barang haramnya itu. Mereka langsung ditangkap begitu sampai di rumahnya oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru.
Tiga orang diduga anggota sindikat pengedar narkoba itu masing-masing berinisial HN (41), warga Kecamatan Tampan Pekanbaru, AL (31) warga Siberung Kampar, dan RA (34) warga Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Herman mengatakan, tiga tersangka ditangkap pada Senin subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
"Penangkapan berlangsung di rumah tersangka HN di Perumahan Damai Langgeng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan, Pekanbaru," kata Dedi, Senin (20/2/2017) siang.

Dari para tersangka, petugas menyita sebuah paket besar berisi pil ekstasi berjumlah 475 butir dan empat paket kecil berisi ekstasi warna pink sebanyak 379 butir.
"Total barang bukti ekstasi sebanyak 854 butir. Turut pula disita satu plastik besar berisi serbuk ekstasi warna pink seberat 194.5 gram berat kotor," sebut Dedi.
Menurut Dedi, ketiganya diduga sebagai jaringan pengedar narkoba lintas provinsi. Dari siapa barang itu diambil di Aceh, petugas masih mengusutnya.
Berdasarkan hasil penyidikan, ratusan ekstasi itu nantinya diedarkan di Pekanbaru. Sejumlah wilayah di Kota Bertuah sudah masuk dalam peta peredaran tiga bandar ini. Hanya saja niatnya mengedarkan ekstasi itu keburu digagalkan petugas.


"Petugas menunggu di rumah sebelum mereka pulang dari Aceh. Begitu terlihat, langsung diamankan dengan berbagai barang bukti tersebut," Dedi menjelaskan.



Atas perbuatannya, para tersangka kasus kepemilikan pil ekstasi tersebut dijerat dengan Pasal 114 dan atau Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dompet / Wallet Bitcoin Terbaik Gratis dan Terpercaya

Bitcoin merupakan uang digital yang lahir pada tahun 2009, pencipta bitcoin bernama satoshi nakmura dengan total penyebaran atau supply nya terbatas hanya sekitar 21 juta btc saja. Dari tahun ke tahun penggunaan bitcoin semakin banyak dan semakin luas, sehingga membuat harga bitcoin melonjak tajam pada tahun pertamanya yang mencapat sekitar $800 USD lebih kala itu pada tahun 2010. BitcoinQ Pada tahun 2016 ini bertepatan pada bulan maret harganya sekitar $449 USD atau sekitar Rp.6.000.000. Harga bitcoin yang fluktuatif ini membuat  para investos mulai menanamkan dana nya untuk sekedar membeli bitcoin atau trading. Namun saat akan membeli bitcoin atau menambang bitcoin ini kita membutuhkan suatu wadah untuk menyimpannya yang disebut wallet bitcoin. Wallet bitcoin bisa dibuat dengan menginstal aplikasi wallet di komputer atau bisa juga dengan menggunakan jasa wallet secara online agar bisa di tukar dengan uang rupiah maupun uang lainnya. Saya pribadi akan membagikan daftar pemb...

Shadow Brokers, Kelompok Hacker Yang Buat Pusing NSA

Pada tahun ini agensi milik Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) mendapat pukulan berat setelah sejumlah data dan aplikasi penting mereka berhasil dibongkar oleh kelompok hacker bernama Shadow Brokers. Melalui Shadow Brokers inilah akhirnya kita tahu bahwa NSA sepertinya mempunyai tim hacker yang memiliki sandi 'Equation Group' , sebuah tim yang bekerja dibawah NSA melalui unit kerja Tailor Acess Operations (TAO). TAO ini bertugas mengumpulkan berbagai program untuk membongkar dan meretas beberapa sistem keamanan dari perusahaan software ternama. Sejak akhir 2016 lalu, Shadow Brokers telah berhasil membongkar dan mengungkap salah satu kelemahan dari sistem router Cisco, sebuah server email untuk Windows dan Linux. Lebih parahnya, mereka memberikan celah kelemahan tersebut kepada sang pembuat ransomware 'WannaCry' melalui alat yang di terbitkan hasil yang mereka peroleh dari peretasan NSA tersebut. Tentu saja, pada awalnya NSA hanya ingin menyimpa...

Pemuda Asal Pasuruan Dapatkan $7500 Setelah Temukan Bug Google

Biasa disapa Nosa. Remaja 19 tahun asal Bukir, Kota Pasuruan itu, diganjar $7.500.00 oleh Google, setelah temukan bug. Sang hacker pun bercita-cita ingin menjadi "pengangguran sukses". BELAJAR di jurusan IPS pada saat SMA, tak menghalanginya mempelajari IT (Information Technology), yang notabene digeluti oleh mereka berlatar ilmu eksak, IPA. M. Nosa Sandi Prasetyo, namanya. "Saya biasa dipanggil Nosa," katanya, memulai perbincangan dengan wartabromo.com, Rabu (26/9/2018). Remaja asal Bukir, Kota Pasuruan ini, kelahiran 30 September, 19 tahun lalu. Nosa yang sedang menikmati masa-masa semester ketiga di bangku kuliah saat ini, ketiban rejeki. Ia mendapat hadiah tak terduga dari Google, raksasa search engine (mesin pencarian) di dunia. Tak tanggung-tanggung, ia mendapat $7.500.00 dari Google. Ketertarikannya di dunia IT diakuinya sudah sejak belia. Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sudah menyukai game, layaknya anak-anak zaman now sih. Ketika di SMP, mulailah ...