Skip to main content

Bareskrim Akan Periksa Para Penyumbang Aksi Islam 212?

Kombes Pol Martinus Sitompul


Jakarta, Daily Magazine QQ -- Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri kembali memanggil para saksi untuk telusuri kasus dugaan tindak pidana pencician uang (TPPU) yayasan keadilan untuk semua (YKUS). Sebanyak lima orang yang dijadwalkan diperiksa atas dugaan kasus yang menjerat ustadz Bachtiar Nasir (UBS), termasuk salah satu penyumbang aksi 212.


"Hari memang mengagendakan lima orang yang akan diperiksa," kata Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul melalui pesan singkat pada Republika.co.id, di Jakarta, Senin (20/2).



Lima orang tersebut, dua di antaranya adalah dari pihak bank BNI, yaitu Divisi Kepatuhan BNI dan Divisi SDM BNI. Kemduian tiga lainnya adalah Bendahara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, M Lutfie Hakim dan stafnya Marlinda, dan seseorang bernama Otto.



Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, pemeriksaan dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB di gedung sementara Bareskrim Polri di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat. Ini merupakan kali kesekian bagi penyidik Subdit III Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dit Tipideksus) melakukan pemeriksaan.



Menurut Rikwnato, Otto adalah salah satu dari donatur yang ikut menyumbang dalam aksi 212 itu. "Otto itu salah satu pendonasi," katanya.



Sebelumnya, penyidik juga telah menetapkan satu orang tersangka. Yakni pihak bank berinisial IA yang dikenakan pidana asalnya soal dugaan pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus, dan pengawas, baik dalam bentuk gaji, upah, maupun lainnya yang dapat dinilai dengan uang.



Sehingga kepada IA, polisi menyangkakan Pasal 70 jo pasal 5 UU 16 Tahun 2001 tentang yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU No 28 tahun 2004. Adapun perannya, IA diduga turut serta membantu mengalihkan atau menguasai kekayaan yayasan sehingga diduga juga telah melanggar Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP.



Kemudian juga dikenakan Pasal 372 dan atau pasal 378 KUHP dalam kaitan penipuan penggelapan uang yayasan. "Ini yang menjadi dasar penyidik untuk menetapkan IA sebagai tersangka," kata Martinus.

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dompet / Wallet Bitcoin Terbaik Gratis dan Terpercaya

Bitcoin merupakan uang digital yang lahir pada tahun 2009, pencipta bitcoin bernama satoshi nakmura dengan total penyebaran atau supply nya terbatas hanya sekitar 21 juta btc saja. Dari tahun ke tahun penggunaan bitcoin semakin banyak dan semakin luas, sehingga membuat harga bitcoin melonjak tajam pada tahun pertamanya yang mencapat sekitar $800 USD lebih kala itu pada tahun 2010. BitcoinQ Pada tahun 2016 ini bertepatan pada bulan maret harganya sekitar $449 USD atau sekitar Rp.6.000.000. Harga bitcoin yang fluktuatif ini membuat  para investos mulai menanamkan dana nya untuk sekedar membeli bitcoin atau trading. Namun saat akan membeli bitcoin atau menambang bitcoin ini kita membutuhkan suatu wadah untuk menyimpannya yang disebut wallet bitcoin. Wallet bitcoin bisa dibuat dengan menginstal aplikasi wallet di komputer atau bisa juga dengan menggunakan jasa wallet secara online agar bisa di tukar dengan uang rupiah maupun uang lainnya. Saya pribadi akan membagikan daftar pemb...

Shadow Brokers, Kelompok Hacker Yang Buat Pusing NSA

Pada tahun ini agensi milik Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) mendapat pukulan berat setelah sejumlah data dan aplikasi penting mereka berhasil dibongkar oleh kelompok hacker bernama Shadow Brokers. Melalui Shadow Brokers inilah akhirnya kita tahu bahwa NSA sepertinya mempunyai tim hacker yang memiliki sandi 'Equation Group' , sebuah tim yang bekerja dibawah NSA melalui unit kerja Tailor Acess Operations (TAO). TAO ini bertugas mengumpulkan berbagai program untuk membongkar dan meretas beberapa sistem keamanan dari perusahaan software ternama. Sejak akhir 2016 lalu, Shadow Brokers telah berhasil membongkar dan mengungkap salah satu kelemahan dari sistem router Cisco, sebuah server email untuk Windows dan Linux. Lebih parahnya, mereka memberikan celah kelemahan tersebut kepada sang pembuat ransomware 'WannaCry' melalui alat yang di terbitkan hasil yang mereka peroleh dari peretasan NSA tersebut. Tentu saja, pada awalnya NSA hanya ingin menyimpa...

Pemuda Asal Pasuruan Dapatkan $7500 Setelah Temukan Bug Google

Biasa disapa Nosa. Remaja 19 tahun asal Bukir, Kota Pasuruan itu, diganjar $7.500.00 oleh Google, setelah temukan bug. Sang hacker pun bercita-cita ingin menjadi "pengangguran sukses". BELAJAR di jurusan IPS pada saat SMA, tak menghalanginya mempelajari IT (Information Technology), yang notabene digeluti oleh mereka berlatar ilmu eksak, IPA. M. Nosa Sandi Prasetyo, namanya. "Saya biasa dipanggil Nosa," katanya, memulai perbincangan dengan wartabromo.com, Rabu (26/9/2018). Remaja asal Bukir, Kota Pasuruan ini, kelahiran 30 September, 19 tahun lalu. Nosa yang sedang menikmati masa-masa semester ketiga di bangku kuliah saat ini, ketiban rejeki. Ia mendapat hadiah tak terduga dari Google, raksasa search engine (mesin pencarian) di dunia. Tak tanggung-tanggung, ia mendapat $7.500.00 dari Google. Ketertarikannya di dunia IT diakuinya sudah sejak belia. Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sudah menyukai game, layaknya anak-anak zaman now sih. Ketika di SMP, mulailah ...