Skip to main content

Bitcoin Semakin Memakan Energi Listrik yang Sangat Besar


Bitcoin telah menjadi pusat perhatian selama bertahun-tahun, namun dalam beberapa bulan terakhir ini telah meningkat pesat nilainya. Setahun lalu, Bitcoin bernilai kurang dari Rp. 13 juta per koin, tapi naik menjadi lebih dari Rp. 70 juta per koin pada pertengahan Oktober. Hari ini harga untuk satu Bitcoin melambung hingga hampir menyentuh Rp. 300 juta.



Tapi harga Bitcoin bukanlah satu-satunya yang meroket. Begitu juga biaya tagihan listrik Bitcoin. Setiap transaksi Bitcoin meminta sejumlah besar daya komputasi untuk dijalankan, dan perhitungan tersebut tidaklah gratis. Menurut sebuah analisis, jumlah listrik yang dikonsumsi untuk menjalankan operasi penambangan Bitcoin hanya sedikit kurang dari jumlah listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan negara Denmark.


Karena Bitcoin menjadi lebih sulit untuk ditambang, jumlah listrik yang digunakan hanya akan meningkat. Jika tren masa lalu berlanjut, pada tahun 2019 Bitcoin akan membutuhkan listrik sebanyak seluruh Amerika Serikat. Kemungkinannya, untuk masa yang akan datang, alat pertambangan Bitcoin akan tetap menggunakan listrik dari bahan bakar fosil.

Tapi tidak harus seperti itu. Negara-negara dapat memilih untuk membangun pembangkit energi terbarukan dan bukan pembangkit berbahan bakar fosil, dan ada kemungkinan teknologi masa depan memungkinkan transaksi Bitcoin diselesaikan dengan energi yang jauh lebih sedikit. Mungkin sebagian besar negara akan memperluas pembangkit listrik mereka dengan pabrik gas alam baru dan Bitcoin mungkin tetap seefisien seperti sebelumnya.


Bahkan dengan komitmen kuat terhadap energi terbarukan, jaringan energi masih membutuhkan daya dasar yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil. Sederhananya, kebutuhan daya yang lebih besar selalu berarti lebih banyak bahan bakar fosil, tidak peduli berapa banyak kincir angin atau panel surya yang dibutuhkan suatu negara. Dan dalam beberapa tahun, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya mungkin menjadi sumber yang signifikan untuk kebutuhan energi dunia.

Berapa banyak tambahan karbon dioksida yang akan dilepaskan ke atmosfir karena Bitcoin? Jawaban yang pasti tidak mungkin bisa dihitung sebelumnya, tapi yang pasti jumlahnya banyak. Pertanyaannya adalah apakah mata uang yang tidak diatur oleh bank ini akan berakhir dengan layak.

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dompet / Wallet Bitcoin Terbaik Gratis dan Terpercaya

Bitcoin merupakan uang digital yang lahir pada tahun 2009, pencipta bitcoin bernama satoshi nakmura dengan total penyebaran atau supply nya terbatas hanya sekitar 21 juta btc saja. Dari tahun ke tahun penggunaan bitcoin semakin banyak dan semakin luas, sehingga membuat harga bitcoin melonjak tajam pada tahun pertamanya yang mencapat sekitar $800 USD lebih kala itu pada tahun 2010. BitcoinQ Pada tahun 2016 ini bertepatan pada bulan maret harganya sekitar $449 USD atau sekitar Rp.6.000.000. Harga bitcoin yang fluktuatif ini membuat  para investos mulai menanamkan dana nya untuk sekedar membeli bitcoin atau trading. Namun saat akan membeli bitcoin atau menambang bitcoin ini kita membutuhkan suatu wadah untuk menyimpannya yang disebut wallet bitcoin. Wallet bitcoin bisa dibuat dengan menginstal aplikasi wallet di komputer atau bisa juga dengan menggunakan jasa wallet secara online agar bisa di tukar dengan uang rupiah maupun uang lainnya. Saya pribadi akan membagikan daftar pemb...

Shadow Brokers, Kelompok Hacker Yang Buat Pusing NSA

Pada tahun ini agensi milik Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) mendapat pukulan berat setelah sejumlah data dan aplikasi penting mereka berhasil dibongkar oleh kelompok hacker bernama Shadow Brokers. Melalui Shadow Brokers inilah akhirnya kita tahu bahwa NSA sepertinya mempunyai tim hacker yang memiliki sandi 'Equation Group' , sebuah tim yang bekerja dibawah NSA melalui unit kerja Tailor Acess Operations (TAO). TAO ini bertugas mengumpulkan berbagai program untuk membongkar dan meretas beberapa sistem keamanan dari perusahaan software ternama. Sejak akhir 2016 lalu, Shadow Brokers telah berhasil membongkar dan mengungkap salah satu kelemahan dari sistem router Cisco, sebuah server email untuk Windows dan Linux. Lebih parahnya, mereka memberikan celah kelemahan tersebut kepada sang pembuat ransomware 'WannaCry' melalui alat yang di terbitkan hasil yang mereka peroleh dari peretasan NSA tersebut. Tentu saja, pada awalnya NSA hanya ingin menyimpa...

Perang Cyber: Perang Modern Yang Tidak Kasat Mata

Seperti dalam film Snowden, apa yang ada pada isi dan yang disampaikan pada film tersebut memang nyata dan sangat mengkhawatirkan. Edward Snowden adalah pembangkang mantan didikan CIA dan Kontraktor NSA (Badan Intelejen Amerika) yang mengungkapkan teknologi mata-mata sangat canggih yang dimiliki negara Amerika. Teknologi canggih Intelejen Amerika yang diungkapkan Edward Snowden ini sendiri berbasis internet dan komunikasi yang sangat canggih, hal ini tidak pernah terbayangkan orang awam seperti kita di negara Indonesia ini, yang umumnya berpikiran intelejen dan mata-mata kelasnya pasti seperti James Bond, atau intel-intel lokal yang sering kita lihat di dalam film atau kita temukan di kampung-kampung dimana ada orang rambut cepak bergaya militer atau rambut gondrong. Dunia intelejen modern yang diungkapkan Edward Snowden ini sama sekali tidak seperti itu. Dunia intelejen modern sendiri pasukanya tidak kasat mata. Pasukan tidak kasat mata yang dimaksud Edward Snowden ini be...